Perjalanan Ke Kolam Abadi, Binjai, Sumatera Utara


Sebenarnya, kami berangkat tanggal 21 April. Tapi karena males, baru nulis sekarang.
Kala itu, aku lagi nongkrong di sebuah warung di desaku, warung yang cukup terkenal dikalangan remaja. Banyak anak SMA, SMP bahkan SD pernah nongkrong di warung itu, entah kenapa warung itu bisa naik daun dikalangan remaja, mungkin karena lokasinya yang strategis buat anak sekolahan bolos hahaha

its me

Karena habis Ujian nasional tingkat SMA, aku dan yang lain ngasih wacana buat travelling lah, tapi yang deket deket aja, yang bisa pulang hari. Setelah googling sana sini tempat wisata yang bagus, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke kolam abadi karena ngeliat ulasan di google maps dengan foto air yang biru bak langit pagi

Awalnya sih yang ingin ikut pergi ada 5 orang, Aku, Dimas, Apip, Wandi dan Hafis. Singkat cerita, sehari sebelum keberangkatan dimas membatalkan niatnya untuk ikut bersama kami dikarenakan ada kepentingan lain

Dan malamnya kami kebingungan, Masa iya pergi travelling ga foto foto, pikir kami. Karena tidak ada satupun dari kami yang memiliki Kamera, akhirnya kami memutuskan untuk meminjam pada salah satu teman kami, eh bukan minjem deh, Sewa lebih tepatnya hahaha

Pada malam itu, aku menyiapkan barang bawaanku dengan niat langsung tidur cepat karena kami akan berangkat sehabis shalat subuh. Tapi itu cuma jadi wacana, aku gak bisa tidur sampai jam 3 entah kenapa, aku hanya berpikir bagaimana jadinya besok. Ekspektasi dari pikiranku tak berhenti henti, berbagai macam khayalan pun bermunculan di kepalaku, sembari melihat lihat lagi foto foto dari ulasan google maps itu. and ga terasa udah jam 3 aja, Akhirnya kuputuskan untuk berhenti megang gadget dan mulai mencoba tidur, percobaan terhebat yang sering ku lakukan

Jakir......., Jakir..... terdengar suara apip memanggil dari luar rumahku, memang sih aku suruh dia buat manggil kalau aku ga tebangun, karena memang itulah kebiasaan ku. Kubawa 2 helm, karena wandi cuma punya 1 helm dan hafis tak punya sekali, Dasar tukang pinjam hahahah

Aku pamitan dengan nenek ku, ya aku tinggal dengan nenek disini. Kami pun pergi, tujuan pertama adalah SPBU yang tak jauh dari rumahku, karena wandi sudah menunggu disana. Dinginnya malam menembus baju yang kupakai, aku belum memakai jaket karena aku meminjam jaket hafis, Dasar tukang pinjam

Setelah mengisi bensin, kami pun berangkat menjemput hafis, dan memulai perjalanan kami. FYI, Cuma aku yang memiliki SIM di rombongan kami, belum lagi motor yang dibawa afif hanya punya surat jalan daerah Aceh saja. Cukup menantang bukan, tak hanya cuaca yang kami hadapi, tapi polisi juga adalah lawan kami saat itu

Benar pikirku, baru sampai di perbatasan Aceh - Sumut, kami sudah menjumpai polisi yang mengatur jalan, Kami sempat hampir berhenti karena takut ditilang dan akhirnya mencoba untuk melewati polisi polisi itu. Wandi berada di depan kami dan dia dibiarkan lewat begitu saja, sedangkan kami disuruh untuk meminggirkan kendaraan, Wew, hatiku berdegub kencang apakah ini yang namanya cinta ? Tapi, afif malah melawan dan mencoba untuk kabur, dibelakang polisi tersebut ada 2 orang polisi dipinggir jalan yang turut mengejar kami, beruntung ada mobil berjajar di depan yang bisa kami gunakan untuk bermanuver supaya lolos dari kejaran polisi polisi itu

Perasaan lega kami rasakan setelah melewati jalan suram tersebut, Pukul 8 pagi sebelum sampai stabat, kami memutuskan untuk berhenti sejenak untuk bertanya apakah ada razia polisi dipagi hari
Kulihat dipinggir jalan ada sebuah warung kelontong, kami melihat kalau bapak yang menjaga warung itu bertampang baik dan bisa untuk ditanya. Dengan alasan beli rokok, kami berhenti di warung itu, ternyata bapak tersebut tidak menjual rokok. Jadi kami cuma membeli beberapa bungkus wafer dan minuman kemudian bertanya kepadanya

Tebakan kami benar, ada razia didepan kami hingga pukul 9. Kami menghabiskan waktu dengan mengisi perut disebuah warteg, Kami duduk disamping seorang kakek yang juga sedang minum kopi dan memakan gorengan, Dia bertanya kepada kami dengan bahasa jawa yang menurutku artinya Kalian kuliah ya ? , Tidak jawabku. karena memang rombongan kami gak ada yang mengerti bahasa jawa, jadi aku hanya mendengar kalimat kalimat yang jelas aku mengerti. Kami hanya menjawab iya dan tidak

Setelah menghabiskan makanan, kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke Kolam Abadi, dengan bermodalkan Google Maps, sampailah kami di kota binjai. Ada yang menarik saat kami berada di kota ini, sebagai seorang stranger yang menggunakan plat nopol BL, kami merasa disini sangat asing. Sampai suatu ketika ku lihat di spion ada yang mengikuti dari belakang. Setelah mengikuti cukup lama, dia menyalip motor kami. Selang beberapa saat, aku dengan sangat jelas meelihat dia terjatuh didepan kami. Sponta naluriku untung menolong keluar, dengan sigap aku turunkan cagak motorku dan menolong orang tersebut. Tak parah lukanya, hanya sedikit lecet di kaki kanannya, beruntung dia menggunakan kaus kaki, jadi tak terlalu parah. Disini aku heran melihat pengendara lain yang hanya melihat saja tanpa menolong, entah karena sudah ada yang menolong makanya mereka tidak ikutan menolong atau memang mereka acuh tak acuh dengan orang lain, entahlah.

Gak papa bang ? tanyaku pada orang tersebut,  
gak papa dek, lecet dikit aja ni jawab abang itu
Dek, bisa antarin abang ? tambahnya
Gak bisa bang, kami bukan orang sini, kataku
Gak papa dek, bentar aja kesitu, sambil menunjuk jalan

Disini aku berpikir kalau dia tidak bisa bawa motor, jadi ku pikir aku yang bawa motor dia, dan dia dibonceng oleh temanku. Namun salah, dia bisa membawa motornya sendiri. Dia bermaksud agar kami mengikuti dia sampai ke tujuan. Aku dan yang lain berpikir Wah, udah gak jelas nih yaudah tinggalin aja lah. Akhirnya kami pun ngebut melewati orang tersebut tanpa melihatnya lagi

Buat kalian yang sering keluar kota, atau daerah yang gak kalian kenal sebaiknya berhati hati, karena kejahatan seperti itu bisa saja terjadi disekitar kalian

Setelah sekitar setengah jam perjalanan, kami tiba di jalan (nama jalannya aku lupa), yang jelas dijalan itu kami dihampiri oleh seseorang menggunakan motor verza, tapi bukan motor kami yang dihampiri, melainkan motor apis. Dia secara tiba tiba bilang Mau ke kolam abadi ya ? aku guide nya kata orang tersebut, Apis dan wandi terkejut melihat abang tersebut. Ya wajahnya yang gelap dan logat bataknya yang kental membuat dia terlihat seperti preman yang sedang memalak orang hahaha

Jadi, singkat cerita kami pun terus mengikuti orang itu menuju posko, tempat dirinya bekerja. FYI, Kalau kalian masuk ke desa itu dengan penampilan layaknya wisatawan, kalian bisa saja dimintai pungli oleh orang setempat. Jadi tugas abang itu adalah menghindari client nya dari pungli pungli yang ada

Sampai di posko, kami melihat sudah ada beberapa orang yang baru sampai juga, mereka ada 6 orang naik mobil meenuju posko. Mereka lebih dulu ganti baju kemudian jalan menuju kolam abadi, Jadi di posko ini, kalian bisa menitipkan barang bawaan yang tidak perlu, seperti dompet, helm, tas, HP dan Segala macam perlengkapan lain yang tidak dibutuhkan

Loh ? kok HP dan dompet ditinggal ? apa gak hilang ?
Jangan takut, Mereka sudah menjamin semuanya, apa bila uang anda hilang akan diganti 100%. Jadi sebelum pergi uang akan dihitung terlebih dahulu, dan yang boleh dibawa adalah 1 kamera dan 2 Hp. Nantinya kita tinggal menikmati wisata tanpa harus menjaga hp yang dibawa karena guidenya yang akan memegang itu semua, semua tanggung jawab guide

Per orang hanya dikenakan biaya 35k/Objek wisata/orang. ada beberapa lokasi seperti air terjun teroh teroh, kolam abadi, air terjun tongkat dan apalagi ya, lupa soalnya. Yang jelas kami hanya memilih 2 objek wisata, yaitu Kolam abadi dan air terjun teroh teroh. Masing masing dari kami harus membayar 70k

Setelah ganti baju, kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Karena tidak bisa ditempuh menggunakan motor, Perjalanan menanjak melewati bukit terasa sangat berat, perjalanan ini memakan waktu sekitar 30 menit, tapi sewaktu sampai dilokasi semua akan terbayar dengan birunya air kolam.

its wandi

Setelah bermandi mandi dan mengambil beberapa foto, kami pun melanjutkan perjalanan dengan body rafting, menghanyutkan badan melalui air yang mengalir menuju air terjun teroh teroh. Buat kalian yang gak bisa berenang, jangan takut karena biaya 35k/objek/orang itu sudah termasuk biaya sewa pelampung

Perjalanan saat body rafting inilah yang sangat mengesankan bagiku, karena selain airnya yang dingin, pemandangan saat melintasi jalur air sangat memukau, melihat tebing tebing yang keluar air membuat diri ini semakin takjub akan ciptaan tuhan, serasa diriku hanya butiran kecil dari kehidupan

30 Menit setelah body rafting, akhirnya kami sampai di Air terjun teroh teroh. Sudah ada beberapa orang yang duluan sampai dari kami. Terlihat mereka sangat puas menikmati keindahan alam yang satu ini, terdapat pula sebatang pohon kayu yang tampaknya nyangkut diantara air terjun, namun ini lah yang menarik karena kita bisa berdiri diatas batang kayu itu, ada juga tebing tebing air terjun yang bisa saja kalian panjat. Guide guide lokal pun sangat ramah, guide yang membimbing perjalanan kami adalah seorang anak kecil berumur 10-13 tahun, dengan rambut berwarna kuning (karena di warnai), dia bercerita banyak dengan kami. Pada saat di air terjun teroh teroh, mereka melakukan aksi yang mengerikan. Yaitu lompat dari tebing paling atas dan terjun menuju air, wow aku hanya bisa melihatnya sambil cengar cengir mengingat diriku ini tak pandai berenang

its our guide| numpang hits cuyy

Pukul 3 sore, kami pun mengakhiri kegiatan kami dan balik ke posko, mengingat perjalanan kami masih jauh. Sampai di posko, kami duduk sebentar dan saling berbagi cerita dngan penjaga posko. Seorang wanita berumur 20 - 25 tahun yang sedang mengunyah semacam sirih berbentuk bulat, sampai sampai gigi dan bibirnya berwarna kuning.

Kami bertanya, dimana tempat mandi dan ganti baju ?.  itu didepan bisa, sambil menunjuk ke sebuah rumah. Ternyata, untuk mandi dan ganti baju, warga setempat sangat terbuka. Cukup membayar 2k kalian bisa mandi dan ganti baju dirumah warga setempat

Setelah membereskan semua perlengkapan kami, kami sempat memintai nomer hp guide tersebut, Mungkin lain waktu kami kemari lagi. Setelah berpamitan kami pun pulang dengan perasaan bahagia. Dan sampai dirumah pukul 8 malam.

Ada banyak mungkin cerita yang tidak sempat aku masukin karena gak mungkin juga aku jelasin sedetail mungkin. Sudah aku bikin juga video tentang perjalanan kami, klik disini. Kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan komentar :D
Blogger
Disqus
Mau Komentar Dari Mana ?

No comments